Penulis : Anggraini Nugroho

Halo sobat Strabel! Apa kabarnya nih, kalian? Semoga selalu dalam perlindungan tangan Tuhan, ya!

Di artikel kali ini kita membawa kabar gembira nihh…, teman–teman. Akhirnya, setelah penantian panjang selama 16 bulan, SMK Strada Budi Luhur berhasil melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Dimulai dari tanggal 11 September yang diwakilkan kelas 12 sebagai simulasi. Lalu di tanggal 13 September sudah memulai PTM. Konon, telah dijadwalkan oleh sekolah bahwa setiap hari Senin kelas 12 yang akan melaksanakan PTM, lalu hari Rabu kelas 11, dan Hari Jumat kelas 10.

Tentunya PTM ini dilangsungkan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat teman–teman. Diawali dengan screening, yaitu mengisi google form melalui barcode yang telah dilekatkan pada beberapa tempat pada dinding gerai BSBA. Dilanjutkan dengan mencuci tangan dan pengecekan suhu. Siswa/i yang suhu tubuhnya melebihi 37,3°C diantar ke ruang transit, yang terdapat pada bagian dalam gerai BSBA, untuk pengecekan ulang. Lalu siswa/i yang suhu tubuhnya dibawah 37,3°C diperbolehkan menuju kelas. Sedari rumah, siswa/i juga harus memakai masker dan menyediakan cadangannya. Selain itu harus membawa handsanitizer sendiri. Siswa/i juga harus membawa bekal dari rumah karena di sekolah tidak ada kantin yang buka dan untuk menjaga kebersihan. Sungguh bersyukur karena PTM kali pertama ini semua siswa yang hadir memenuhi persyaratan untuk masuk ke kelas. Lalu, saat di kelas pun tempat duduknya diatur sesuai dengan nomor absen dan saat pulang teman-teman harus antri satu-satu untuk keluar kelas.

ptm bsba

Potret suasana saat screening di BSBA


Siswa/i yang hadir PTM pun hanya setengah kelas, di mana setiap kelas dibagi menjadi 2 rombongan belajar (rombel). PTM dimulai pukul 07.30 sampai pukul 10.15. Metode yang dilakukan pada PTM kali ini adalah belajar di kelas dan sekaligus secara bersamaan juga di ruang zoom untuk teman-teman yang berada di rumah. Jadi, teman-teman yang di rumah juga bisa mengikuti pembelajaran seperti di kelas. Setelah selelai PTM pukul 10.15, siswa/i dipulangkan untuk kemudian melanjutkan pembelajaran dengan konsep BDR (belajar dari rumah).

Namun, memang ada kendala-kendala teknis yang dihadapi selama melaksanakan PTM. Yang sering terjadi adalah masalah audio dalam ruang zoom. Suara yang kurang jernih atau bahkan tidak keluar suara sama sekali. Kendala ini memakan waktu cukup lama untuk memperbaikinya. Adapun kendala sinyal jaringan yang cukup menggangu murid-murid di ruang zoom. Sehingga, fokus bapak/ibu guru lebih kepada murid-murid yang melangsungkan PTM. Memang kendala teknis dan jaringan adalah hal yang paling sulit jika menyangkut pembelajaran. Yang pasti tentunya kendala-kendala ini bisa jadi bahan evaluasi ke depannya supaya bisa melaksanakan PTM lebih baik lagi.

Teman-teman, yang menarik dari PTM ini bagi anak-anak kelas 12 adalah suasana menyenangkan di kelas yang sudah lama hilang kembali hadir. Jika biasanya di ruang zoom atau google meet terasa sepi, kali ini suasananya lebih hidup. Karena ada murid-murid yang langsung menjawab pertanyaan bapak/ibu guru. Biasanya kalau ditanya di ruang zoom pasti kita enggan untuk menjawab hehehe… Namun, bagi adik-adik kelas 11 dan 10 yang baru bertemu dan belajar pertama kali di kelas hal ini menjadi momen bagi mereka untuk berkenalan lebih jauh dengan teman-teman sekelasnya.

ptm 12

Potret suasana pembelajaran tatap muka (PTM) di kelas.


Sobat Strabel itulah gambaran mengenai PTM yang sudah berlangsung di SMK Strada Budi Luhur. Adanya kelebihan dan kekurangan dalam PTM kali ini kita lewati dengan sukacita ya! Yang pasti kerinduan kita untuk belajar bersama di kelas sudah bisa terwujud pelan–pelan. Untuk kalian semua selalu jaga kesehatan yaa… supaya kita bisa melaksanakan PTM lebih maksimal lagi, dan jangan lupa semangat belajar! Sekian dari artikel kali ini, nantikan ceriita-cerita seru lainnya ya Sobat Strabel!

Salam AMDG !!

(jsa)