Oleh AN. Ratih Setyawati

Imlek atau Sin Cia menjadi perayaan yang paling ditunggu masyarakat Tionghoa, secara khusus di Indonesia. Tahun ini, perayaan Imlek jatuh pada hari Jumat, 12 Februari 2021. Tapi tahukah temen-temen bahwa perayaan Imlek pernah dilarang dirayakan di Indonesia, di depan umum????

Pada tahun 1946 Presiden Soekarno mengeluarkan Penetapan Pemerintah tentang hari raya umat beragama No. 2/UM-1946. Pada pasal 4, di dalam Penetapan Pemerintah tersebut, menyebutkan dengan tegas dan jelas bahwa tahun baru Imlek, hari wafat Konghucu, Ceng Beng (membersihkan makam leluhur), dan hari lahirnya Khonghucu sebagai hari libur. Akan tetapi, pada tanggal 06 Desember 1967, Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden No. 14/1967 tentang pembatasan agama, kepercayaan dan adat istiadat Cina. Dalam instruksi tersebut ditetapkan bahwa seluruh upacara agama, kepercayaan, dan adat Istiadat Tionghoa hanya boleh dirayakan di lingkungan keluarga dan dalam ruangan tertutup. Maka, sejak tahun 1968 sampai dengan tahun 1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Demikian pula dengan pementasan barongsai, perayaan Cap Go Meh, pemutaran lagu-lagu Mandarin di TV/radio, dan segala hal yang bernuansa Tinghoa.

Masyarakat Tionghoa di Indonesia bisa mendapatkan kembali kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) mencabut Inpres No. 14/1967. Beliau mengeluarkan keputusan No. 19/2001 yang mengijinkan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia, kemudian menyempurnakan keputusan Abdurahman Wahid dengan menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional pada tahun 2003. Pengumuman ini ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2002. Dengan pertimbangan bahwa penyelenggaraan kegiatan agama, kepercayaan, dan adat istiadat, pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hak asasi manusia, dan bahwa tahun baru Imlek merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang dirayakan secara turun-temurun.

IMG_8911

Para guru dan perwakilan siswi SMK Strada Budi Luhur dalam nuansa Tionghoa (Dok. 29 September 2019)

Saat ini masyarakat Tionghoa sudah bebas merayakan Imlek di Indonesia. Mereka merayakannya secara unik dan meriah. Banyak sekali kegiatan-kegiatan untuk memeriahkan Imlek dan tiap daerah punya ciri khas masing-masing. SMK Strada BL juga tidak ketinggalan setiap tahunnya ada kegiatan untuk memeriahkan Imlek. Misalnya dengan mengadakan lomba menghias kelas dengan nuansa Imlek dan kunjungan ke Klenteng sebagai bentuk perwujudan toleransi antar umat beragama.

Marilah kita saling menghargai dan menghormati keberagaman dan kepercayaan antar sesama sehingga persatuan dan kesatuan, saling menghargai antar umat beragama tetap terjaga.

Selamat merayakan Imlek tahun ini dengan sederhana dan penuh makna, walaupun hanya melalui virtual.

Semoga tahun baru shio kerbau emas ini akan senantiasa mengantar kita menuju keharapan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

11 akl 1

(Dok. Februari 2019)

Selamat tahun baru Imlek 2572. Gong Xi Fa Chaiā€¦

(Disarikan dari berbagai sumber)


Sebarkan artikel ini