Written by Regine Aileen Marcela Kalesaran

“Creativity involves breaking out of establishes patterns in order to look at things in a different way.” (Edward de Bono)

Kalimat yang memiliki arti “Kreativitas melibatkan pemecahan pola yang telah mapan untuk melihat hal-hal dengan cara yang berbeda” ini bisa menjadi tumpuan bahkan batu loncatan seseorang untuk mengembangkan kreativitasnya. Pemecahan pola pikir inilah yang menjadi titik terang bagi Regine Aileen Marcela Kalesaran (Aileen), siswi kelas XI AKL 1 SMK Strada Budi Luhur yang berhasil meraih Juara 2 dalam lomba short story yang diadakan di Universitas Bunda Mulia.

Pola pikir yang Aileen terapkan dalam pembuatan cerita dalam perlombaan ini antara lain menggunakan genre yang jarang ditemukan. Short Story Writing yang merupakan salah satu lomba dari English Festival Competition yang diadakan Universitas Bunda Mulia ini memiliki dua babak yang terdiri dari preliminary round dan final round. Sistem pada preliminary round sendiri bersifat on going, yakni peserta diberikan waktu sekitar dua minggu untuk membuat cerita, dan wajib dikumpulkan paling lambat pada 17 Oktober 2021, pukul 13.00 WIB. Tema yang diberikan untuk membuat short story pada babak preliminary round adalah “Innovation during the pandemic by utilizing the internet” yang berarti inovasi di tengah pandemi dengan memanfaatkan internet.

Pada preliminary round, pola pikir yang diterapkan Aileen kala itu adalah berusaha untuk membuat cerita yang berbeda dari yang lain dengan tidak mainstream. Untuk itu, cerita yang ia buat pada preliminary round sendiri menceritakan mengenai seorang wanita yang berniat untuk membuat aplikasi e-learning di tengah pandemi ini. Namun, perekonomian wanita ini sedang terbilang “tidak baik”. Ia pun tidak sengaja “termakan” tipuan melalui email dengan iming–iming uang tunai. Ia pun terjerumus ke hal-hal buruk hingga ke rumah tahanan. Keluarnya ia dari “tempat isolasi” tersebut membuatnya ingin melanjutkan hal tersebut. Puncak dari cerita ini sendiri bercerita ketika ia berada di press conference akan aplikasi yang ia ciptakan.

“Declare to the whole society, that there is no person who does not have a future if he does not look back continuously. Don’t focus on the dark past, but focus on chasing your dreams. Like a wheel, life revolves. Be above and below. And right now, I feel that I am at a breaking point. The peak where I feel that I have felt successful.”

(Menyatakan pada semua orang, bahwa tidak ada orang yang tidak memiliki masa depan jika tidak terus menerus menengok ke belakang. Jangan fokus pada masa lalu yang kelam, tapi fokuslah mengejar mimpimu. Layaknya roda, hidup itu terus berputar. Berada di atas dan di bawah. Dan sekarang, saya merasa bahwa saya berada di titik puncak. Puncak di mana saya merasa bahwa saya telah berada di titik terbaik saya)

Kalimat inspiratif yang menjadi puncak ini membuat genre yang awalnya seperti crime, berubah menjadi inspiratif. Hal inilah yang membuat Regine Aileen, melalui surel yang dikirim oleh panitia lomba pada 20 Oktober 2021, dinyatakan melaju menuju final round.

short story

Surel pengumuman final round.

 

Final round sendiri dilaksanakan pada H+1 setelah pengumuman, yakni 21 Oktober. Sistem final round ini bersifat langsung dan writing prompt. Pengertian writing prompt adalah menulis cepat di mana peserta akan diminta untuk melanjutkan alur cerita dari cerita yang diberikan panitia. Waktu yang diberikan hanya 3 jam, pukul 09.00–12.00 WIB. Dua paragraf yang diberikan panitia kala itu untuk dijadikan tema writing prompt menceritakan mengenai seorang pria yang bosan di tengah pandemi karena hanya di dalam rumah. Kebosanan ini pun membuatnya memerhatikan aktivitas tetangganya sehari-hari dengan menggunakan teropong.

Baik genre maupun tema yang diberikan adalah bebas. Yang diutamakan adalah kekreativitas finalis dengan melanjutkan cerita tersebut. Genre crime kembali dipilih Aileen dalam menulis ceritanya. Ia menceritakan bahwa pria tersebut mendengar suara aneh di samping halamannya di malam hari setelah memerhatikan aktivitas tetangganya. Ia pun menemukan koin. Koin yang ternyata ia temukan adalah koin dari sebuah organisasi tingkat 4 yang tengah diburu pemerintah setempat. Berbagai scene menegangkan dan tidak tertebak pun ia tempatkan pada cerita tersebut. Hingga 23 Oktober, closing event dilaksanakan sekaligus pengumuman pemenang. Regine Aileen Marcela Kalesaran menempati juara 2 pada lomba tersebut! Para juara English Festival Competition ini pun mendapatkan sertifikat, uang, dan beasiswa, bergantung dengan juaranya. Juara pertama mendapat beasiswa 100%, juara kedua mendapatkan beasiswa 75%, dan juara ketiga mendapat beasiswa 30% di Universitas Bunda Mulia selama 8 semester dengan mengambil jurusan Sastra Inggris.

ENGLISH SHORT STORY-1
ENGLISH SHORT STORY-2
ENGLISH SHORT STORY-3
ENGLISH SHORT STORY-4