Hari-hari belakangan ini, sebagaimana kita tahu, bahwa pemerintah dengan gigih meghimbau, bahkan lewat patroli gabungan SatPol PP, Polisi, dan unsur TNI meminta dengan tegas, agar masyarakat mengurangi, dan kalau bisa, sama sekali tidak melakukan aktivitas luar rumah di atas jam 21.00 WIB. Di jalan-jalan pun, para petugas memeriksa dengan teliti kelengkapan pemotor, yakni bermasker dan bersarung tangan. Disebut akan ada sanksi bagi pelanggran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semua ini dilakukan pemerintah agar putus mata rantai penyebaran wabah corona di Indonesia, yang sampai saat ini belum ditemukan serum yang tepat untuk mengobatinya.
Masa jeda, jika boleh dikatakan demikian, di mana banyak orang “dirumahkan” (bukan karena PHK) demi tuntasnya wabah maut ini, ternyata membawa kejenuhan yang dalam, khususnya para peserta didik di Indonesia. Meski program pemerintah “di rumah aja” memiliki dampak positif yang besar, seperti waktu bersama keluarga lebih banyak, bisa menuangkan hobi-hobi yang tersendat karena aktivitas luar rumah sebelumnya (memasak, misalnya), namun bagaimanapun ada banyak kegiatan-kegiatan luar rumah yang sangat dirindukan. Entah kegiatan di sekolah, kegiatan bersama komunitas tertentu, atau pribadi luar rumah untuk sekedar menikmati waktu. Mengapa dirindukan? Tentu saja, karena kegiatan-kegiatan tersebut membangun dan membentuk dalam diri peserta didik mentalitas dan karakter yang positif, seperti jiwa sosial, semangat untuk bisa mengatasi tantangan, kemauan untuk berbagi, kepedulian terhadap yang lemah dan tersingkirkan, penghargaan terhadap suatu karya, dan lain sebagainya.
Inilah yang diekprseikan oleh 18 peserta didik SMK Strada Budi Luhur melalui sebuah video pendek berdurasi 1 menit. Jujur saja, jika penonton melihat melulu dari sudut pandang guru, maka terlihat nyeleneh, murahan, kurang santun, dsb. Tetapi, jika kita melihatnya dari sudut pandang anak sekolah usia remaja, SMK atau SMA, pasti kita bisa memahami dengan indah segala ekspresi yang ditunjukkan. Pesan moral yang ingin disampaikan adalah bahwa semua orang, khususnya pelajar, tentu sudah jenuh bahkan sedikit stress dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) on line yang nampak maraton dilakukan. Di tengah kejenuhan PJJ, bukan mustahil terkenang akan peristiwa-peristiwa yang pernah dilakukan bersama teman-teman, dan membekas dalam rasa dan memori, jauh sebelum pemberlakuan darurat covid19 oleh pemerintah. Peristiwa-peristiwa tersebutlah yang dirindukan. Pengalaman-pengalaman itu yang ingin dirasakan kembali sensasinya, keseruannya. Namun, itu semua bisa terjadi lagi, rindu bisa dilepaskan, apabila covid19 yang mewabah sudah berlalu. “Di rumah aja” menjadi satu cara paling sederhana yang bisa dipilih dan dilakukan untuk meredam dan menghentikan wabah tersebut.

Cara pembuatan film ini selini dengan teras utama refleksi, di mana di dalamnya selalu ada pengalaman, ada refleksi tentunya, dan aksi. Film ini mengajak orang untuk mengamini bahwa ada banyak hal yang terpaksa harus ditinggalkan karena keadaan yang sangat tidak kondusif, dan itu dirindukan, apalagi persahabatan. Namun jika seseorang yang rindu hebat mengikuti emosi bertemu, berkegiatan di luar rumah bersama, maka bisa saja virus covid19 mampir dan menjangkitinya. Sebelum semua dinyatakan kondusif, maka yang ada hanyalah kesabaran. Ada harapan yang dititipkan melalui film pendek ini, yakni kesehatan, berlalunya pandemi, dan kesembuhan bagi yang sakit. Aksinya apa? “Di rumah aja”.
Selain mengajak sesama untuk bisa menahan diri, merefleksikan hal-hal yang baik yang pernah dilakukan, dan ajakan untuk “di rumah aja” dalam menyikapi pandemi corona di Indonesia, film pendek ini juga diikutsertakan dalam lomba film pendek JABAR CHALLENGE FROM HOME untuk kategori social movement. Adapun lomba ini diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Semoga berkat karya peserta didik ini, Perkumpulan Strada, SMK Strada Budi Luhur khususnya, semakin dikenal oleh khalayak luas. Dan, dengan demikian, semakin banyak lulusan Sekolah Menengah Pertama yang tertarik mengecap pendidikan bermutu di SMK Strada Budi Luhur. Berikut film pendek tersebut.
Recent Comments